Ini Anggota DPR yang Suka Bolos Sidang



Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang terhormat itu kini sedang disorot masalah tingkat kerajinan dan kadar kebolosan yang tinggi dalam kehadiran rapat. Dari tiga masa sidang, ada beberapa nama yang tercatat tidak hadir rapat tanpa alasan.

Sejumlah nama politisi yang vokal di Panitia Khusus Angket Bank Century juga sempat tercatat sebagai anggota yang tidak hadir tanpa alasan.

Seperti misalnya Andi Rahmat dan Akbar Faizal. Adapula nama Dhohir Farisi, politisi Gerindra yang juga suami dari Yenny Wahid.

Daftar Anggota DPR Tanpa Keterangan dalam Sidang Paripurna Setiap Fraksi:

Sidang II (4 Januari - 5 Maret 2010)

Fraksi Partai Demokrat

Gondo Radityo Gambiro
Tanpa Keterangan (TK) : 3 kali (30%)
Hadir (H)             : 7 kali (70%)
Izin (I)              : 0 kali (0%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)

Nurcahyo Anggoro Jati
Tanpa Keterangan (TK) : 3 kali (30%)
Hadir (H)             : 7 kali (70%)
Izin (I)              : 0 kali (0%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)

Fraksi Partai Golkar          
Jeffrie Geovanie
Tanpa Keterangan (TK) : 6 kali (60%)
Hadir (H)             : 4 kali (40%)
Izin (I)              : 0 kali (0%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)

Fraksi PDI Perjuangan
Nusyirwan Soejono
Tanpa Keterangan (TK) : 3 kali (30%)
Hadir (H)             : 7 kali (70%)
Izin (I)              : 0 kali (0%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)

Fraksi PKS
Andi Rahmat
Tanpa Keterangan (TK) : 2 kali (20%)
Hadir (H)             : 4 kali (40%)
Izin (I)              : 3 kali (30%)
Sakit (S              : 1 kali (10%)

Akbar Zulfikar
Tanpa Keterangan (TK) : 2 kali (20%)
Hadir (H)             : 8 kali (80%)
Izin (I)              : 0 kali (0%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)

Fraksi PAN
M Ichlas el-Qudsi
Tanpa Keterangan (TK) : 2 kali (20%)
Hadir (H)             : 8 kali (80%)
Izin (I)              : 0 kali (0%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)

Hans Ali Syahputra Syah Pahan
Tanpa Keterangan (TK) : 2 kali (20%)
Hadir (H)             : 6 kali (60%)
Izin (I)              : 1 kali (10%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)

Fraksi PPP
Ahmad Dese Sere
Tanpa Keterangan (TK) : 3 kali (30%)
Hadir (H)             : 7 kali (70%)
Izin (I)              : 0 kali (0%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)

Fraksi PKB
Agus Sulistiyono
Tanpa Keterangan (TK) : 4 kali (40%)
Hadir (H)             : 5 kali (50%)
Izin (I)              : 1 kali (10%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)

Fraksi Gerindra
Martin Hutabarat
Tanpa Keterangan (TK) : 2 kali (20%)
Hadir (H)             : 8 kali (80%)
Izin (I)              : 0 kali (0%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)

Widjono Hardjanto
Tanpa Keterangan (TK) : 2 kali (20%)
Hadir (H)             : 0 kali (0%)
Izin (I)              : 0 kali (0%)
Sakit (S)             : 8 kali (80%)

Dhohir Farisi
Tanpa Keterangan (TK) : 2 kali (20%)
Hadir (H)             : 5 kali (50%)
Izin (I)              : 3 kali (30%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)

Fraksi Hanura
Ferdinand Sampurna Jaya
Tanpa Keterangan (TK) : 3 kali (30%)
Hadir (H)             : 7 kali (70%)
Izin (I)              : 0 kali (0%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)

Akbar Faizal
Tanpa Keterangan (TK) : 3 kali (30%)
Hadir (H)             : 7 kali (70%)
Izin (I)              : 0 kali (0%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)


Sidang III (5 April - 18 Juni 2010)

Fraksi Partai Demokrat
Nur Cahyo Anggorojati
Tanpa Keterangan (TK) : 5 kali (55,6%)
Hadir (H)             : 3 kali (33,3%)
Izin (I)              : 1 kali (11,10%)
Sakit (S)             : 0 kali (0%)

Fraksi Partai Golkar
Agus Gumiwang Kartasasmita
Tanpa Keterangan (TK):4 kali (44,4%)
Hadir (H)                     : 5 kali (55,6%)
Izin (I)                         :  0 kali (0%)
Sakit (S)                       :  0 kali (0%)

Ibnu Munzir
Tanpa Keterangan (TK):4 kali (44,4%)
Hadir (H)                     : 5 kali (55,6%)
Izin (I)                         : 0 kali (0%)
Sakit (S)                       : 0 kali (0%)

Fraksi PDI Perjuangan
Arif Wibowo
Tanpa Keterangan (TK):4 kali (44,4%)
Hadir (H)                     : 3 kali (33,3%)
Izin (I)                        : 2 kali (22,2%)
Sakit (S                       : 0 kali (0%)

Alexander Litay
Tanpa Keterangan (TK):4 kali (44,4%)
Hadir (H)                     : 1 kali (11,1%)
Izin (I)                        : 2 kali (22,2%)
Sakit (S                       : 2 kali (22,2%)

Fraksi PKS
Andi Rahmat
Tanpa Keterangan (TK):1 kali (11,1%)
Hadir (H)                     : 3 kali (33,3%)
Izin (I)                        : 5 kali (56,6%)
Sakit (S)                      : 0 kali (0%)

Ekky Awal Muharram
Tanpa Keterangan (TK):1 kali (11,1%)
Hadir (H)                     : 3 kali (33,3%)
Izin (I)                        : 4 kali (44,4%)
Sakit (S)                      : 1 kali (11,1%)

Bukhori Yusuf
Tanpa Keterangan (TK):1 kali (11,1%)
Hadir (H)                     : 4 kali (44,4%)
Izin (I)                        : 4 kali (44,4%)
Sakit (S)                      : 0 kali (0%)

Roihan Iskandar
Tanpa Keterangan (TK):1 kali (11,1%)
Hadir (H)                     : 6 kali (66,7%)
Izin (I)                        : 2 kali (22,2%)
Sakit (S)                      : 0 kali (0%)

Fraksi PAN
Ratu Munawaroh
Tanpa Keterangan (TK):10 kali(100%)
Hadir (H)                     :  0 kali (0%)
Izin (I)                         : 0 kali (0%)
Sakit (S)                       : 0 kali (0%)

Fraksi PPP
Irgan Choirul Mahfiz
Tanpa Keterangan (TK):3 kali (33,3%)
Hadir (H)                     : 6 kali (66,7%)
Izin (I)                         : 0 kali (0%)
Sakit (S)                       : 0 kali (0%)

Amin Suparmin
Tanpa Keterangan (TK):3 kali (33,3%)
Hadir (H)                     : 6 kali (66,7%)
Izin (I)                         : 0 kali (0%)
Sakit (S)                       : 0 kali (0%)

Fraksi PKB
Abdul Kadir Karding
Tanpa Keterangan (TK):4 kali (44,4%)
Hadir (H)                     : 3 kali (33,3%)
Izin (I)                        : 2 kali (22,2%)
Sakit (S)                      : 0 kali (0%)

Abdul Malik Haramain
Tanpa Keterangan (TK):4 kali (44,4%)
Hadir (H)                     : 5 kali (55,6%)
Izin (I)                        : 0 kali (0%)
Sakit (S)                      : 0 kali (0%)

Fraksi Gerindra
Desmond Djunaedi Mahesa
Tanpa Keterangan (TK):3 kali (33,3%)
Hadir (H)                     : 6 kali (66,7%)
Izin (I)                        : 0 kali (0%)
Sakit (S)                      : 0 kali (0%)

Sumariyati Arjoso
Tanpa Keterangan (TK):3 kali (33,3%)
Hadir (H)                     : 5 kali (56,7%)
Izin (I)                        : 1 kali (11,1%)
Sakit (S)                      : 0 kali (0%)

Fraksi Hanura
Akbar Faizal
Tanpa Keterangan (TK):3 kali (33,3%)
Hadir (H)                     : 4 kali (44,4%)
Izin (I)                        : 2 kali (22,2%)
Sakit (S)                      : 0 kali (0%)

Sumber: Biro Persidangan Sekretariat Jenderal DPR RI

• VIVAnews
  • 1
  • 2
  • 3
  • next
  • -->

    DIPILIH SUPAYA MIKIR RAKYAT, KOK MALAH MIKIRIN DIRI SENDIRI.

    Ketika pemilihan anggota Dewan saya menjadi Panitia. Kerja keras begadang semalam suntuk. Lelah dan capek luar biasa .... Saya mau jadi panitia punya motivasi " Anggota Dewan Yang Terpilih Benar-benar Merubah Nasib (Mensejahterakan) Rakyat Kecil Terutama Guru ". Tapi kenyataan yang terjadi saat ini sungguh mengecewakan. Nasib Guru tidak dipikirkan. Malah pada mikir diri sendiri. Kasihan kehidupan para guru. Katanya Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Pahlawannya. Guru adalah Pahlawan Yang Harus di Perhatikan dan diberi Jasa. tapi kenyataan yang ada ......

    1. Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) guru disamakan dengan pangkat/golongan terendah 

    2. Tahun ini tidak ada Tunjangan Hari Raya (THR)

    3. Uang tunjangan profesi (serifikasi) sudah 8 bulan tidak di bayarkan. alasannya macam-macam. Data tidak validlah .... baru pemutakhiran datalah ...... Perubahan APBD belum disayhkanlah ....

     4. Harus mengajar paling sedikit 24 jam tatap muka

    5. Harus bekerja dari pukul 06.30 sd. 15.00.

    6. Klo tidak hadir tanpa keterangan TKD dipotong 10%, Ijin dipotong 5 %, dan Sakit dipotong 1 %.

    Pantes Negara ini gonjang ganjing terus lawong guru tidak di sejahterakan .....Semua negara yang memperhatikan Guru Pasti Menjadi Negara Maju.... Ya Alloh ampunilah para Pejabat Yang Tidak Peduli Terhadap Guru. Sadarkan mereka ya Alloh ... Curahkan Taufik serta Hidayah-Mu ...... ya Alloh, Sadarkan mereka ya Alloh .....

    DIPILIH SUPAYA MIKIR RAKYAT, KOK MALAH MIKIRIN DIRI SENDIRI.

    Ketika pemilihan anggota Dewan saya menjadi Panitia. Kerja keras begadang semalam suntuk. Lelah dan capek luar biasa .... Saya mau jadi panitia punya motivasi " Anggota Dewan Yang Terpilih Benar-benar Merubah Nasib (Mensejahterakan) Rakyat Kecil Terutama Guru ". Tapi kenyataan yang terjadi saat ini sungguh mengecewakan. Nasib Guru tidak dipikirkan. Malah pada mikir diri sendiri. Kasihan kehidupan para guru. Katanya Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Pahlawannya. Guru adalah Pahlawan Yang Harus di Perhatikan dan diberi Jasa. tapi kenyataan yang ada ......

    1. Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) guru disamakan dengan pangkat/golongan terendah 

    2. Tahun ini tidak ada Tunjangan Hari Raya (THR)

    3. Uang tunjangan profesi (serifikasi) sudah 8 bulan tidak di bayarkan. alasannya macam-macam. Data tidak validlah .... baru pemutakhiran datalah ...... Perubahan APBD belum disayhkanlah ....

     4. Harus mengajar paling sedikit 24 jam tatap muka

    5. Harus bekerja dari pukul 06.30 sd. 15.00.

    6. Klo tidak hadir tanpa keterangan TKD dipotong 10%, Ijin dipotong 5 %, dan Sakit dipotong 1 %.

    Pantes Negara ini gonjang ganjing terus lawong guru tidak di sejahterakan .....Semua negara yang memperhatikan Guru Pasti Menjadi Negara Maju.... Ya Alloh ampunilah para Pejabat Yang Tidak Peduli Terhadap Guru. Sadarkan mereka ya Alloh ... Curahkan Taufik serta Hidayah-Mu ...... ya Alloh, Saya ingin negara ini menjadi negara yang maju, makmur, gemah ripah loh jinawi. Tenu dengan mengedepankan pendidikan so pasti dengan Gurunya