BENDA LANGIT YANG MENGANCAM BUMI



 

Sebegitu pesatnya umat manusia dalam mengembangkan tehnologi di bidang apa saja demi memenuhi kebutuhan hidupnya.  Namun semakin  mutakhir  dan inovatifnya teknologi tersebut  bukan berarti  manusia akan bertambah  nyaman.   Semakin gampang manusia mendapatkan sesuatu yang menjadi faktor  pembatas terhadap  kenyamanan hidupnya,  semakin pula manusia dihadapkan pada faktor  pembatas lainnya.  Secara ringkas dapat kita katakan, bahwa semakin   gampang  manusia  mengkonsumsi / mengeksploitasi  sumber daya alam, semakin  berkurang daya dukung alam. Sehingga semakin nyaman kehidupan manusia di tengah daya dukung  alam, semakin tidak mampu manusia mewariskan bumi ini kepada anak cucu kita.

Sikap hidup manusia yang demikian itulah yang telah  menjadikan Bumi yang  kita tempati menjadi musuh kita sendiri, setelah berjuta tahun lamanya bumi menjadi sahabat setia  species manusia dan organisma lainnya. Setelah manusia merasakan berbagai macam kerusakan alam ( Global Warming,  El Nino , La Nina  dsb  ). Barulah manusia mulai berpikir untuk menyelamatkan bumi ini.

Tepat di Bulan Pebruari  2007, dua tahun yang lalu,  para ilmuwan yang  bernaung  di  bawah  bendera Persatuan Bangsa Bangsa telah melaporkan  bahwa pemanasan global telah melanda Bumi dan akan terus berlanjut sepanjang abad ini.  Di dalam laporan tersebut juga telah disebutkan bahwa pemanasan global yang terjadi   90  %  disebabkan   karena ulah manusia.  Keputusan tersebut juga telah disepakati oleh banyak ilmuwan lainnya yang tergabung di luar forum tersebut  dan telah  mengindikasikan dampak pemanasan global  terhadap bumi di masa mendatang.

Hal ini disebabkan karena  daya dukung alam ( sustain ability )  telah terancam dengan adanya  laju pencemaran  dan kerusakan lingkungan,   pengambilan sumber daya alam yang menunjukan skala dil luar takaran umum.   Ditambah lagi dengan timbulnya pencemaran udara,   pengumpulan dan penyebaran zat buang yang beracun,  kerusakan dan penebangan hutan, tanah dan air,  kerusakan lapisan ozon, emisi gas rumah kaca yang mengancam hidup manusia dan ribuan species organisma lainnya,  kelestarian alam dengan keanekaragaman hayati  serta kelestarian alam  sebagai warisan  generasi mendatang.

 

Emisi  Gas    

Senyawa kimia yang berupa gas dan terperangkap dan menghangatkan   atmosfer disebut dengan gas rumah kaca. Berikut ini akan kami kemukakan pembahasan emisi gas rumah kaca yang terdapat di atmosfir bumi dan pergerakan dari gas- gas itu. Beberapa gas rumah kaca seperti CO 2      terdapat secara alami  di atmosfir karena teremisikan oleh proses alam dan aktifitas manusia.  Beberapa gas rumah kaca yang menempati atmosferkarena aktifitas manusia,  adalah : 

  1. Karbon Monoksida (  C O    )  . Gas ini  memasuki atmosfer melalui pembakaran bahan bakar fossil        (               minyak bumi,  LPG dan batubara ), sampah,  bagian pohon dan juga hasil reaksi kimia (  contoh prabk semen ), aktifitas gunung berapi.  Ambang batas di atmosfer yang ditentukan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan kita adalah  15.000 μ m /  m 3.
  2. Metana  (CH 4 ) .  Metana berada di atmosfer  sebgai  hasil  emisi  dari konsumsi batubra,  dari gas alam,  dekomposisi bahan organik  ari sampah perkotaan,    
  3. Nitrogen Okseda   (  N  2  0 ) .  Nirtogen Oksida  diemisikan bersal dari kegiatan  industri pertanian  dan  pabrik   terutama  dari konsumsi BBM  dan sampah- sampah organiknya. Ambang batas di atmosfer yang ditentukan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan kita adalah  316    μ m /  m 3.
  4. Gas  Flour.  Tergolong dalam senyawa ini adalah Hyroflurocarbon,  perflourocarbon  dan  Sulfur Hexafluorid,  sebagai gas rumah kaca yang tergolong kuat  sebagian diemisikan oleh kegiatan industri,  Gas – gas Flour  tersebut diatas mampu mengikis lapisan Ozon . Gas ini diemisikan dalamjumlah yang sedikit, tetap sngatbberpotensi besar dalam  efek rumah kaca. Oleh karena itu gas-gas tersebut disebut sebagai senyaw penyebab  Pemanasan  Global yang Potensil. 

Pengukuran Gas  Rumah Kaca

Pengukuran gas rumah kaca adalah kegiatan yang menyangkut penghitungan jumlah gas yang diemisi atau dipindahkan ke atau dari atmosfer dalam jangka waktu tertentu             ( biasanya per tahun ). Dalam kegiatan pengukuran ini juga mencakup masalah informasi dan aktifitas yang menyangkut emisi atau perpindahan ke dan dari atmosfer. Pengamatlingkungan hidup perlu melakukan pengukuran gas rumah kaca untuk mengukur tingkat emisi dan untuk menentukan kebijakan dalam hal penanggulangan efek rumah kaca.

Aspek yang sangat mendasari pengukuran ini adalah untuk menentukan himbauaan kepada umat manusia dalam mengkonsumsi BBM. Karena terdapat kecenderungan semakin meningkatnya laju perekonomian global, maka semakin meningkat penggunaan BBM dan batubara.

Pengukuran  gas rumah kaca  di Negara Paman Sam perlu  kita contoh, guna monitoring emisi gas yang merusak lingkungan hidup tanah air kita.  Pengukuran in dilakukan oleh lembaga research yang dinamakan The Fourth U.S. Climate Action Report da telah malaporkan bahwa sejak  tahun  1990 – 2004 di  AS emisi karbon dioksida meningkat sebanyak 20 %,  tetapi emisi Metana dan Nitrogen Oksida turun dari 10 % menjadi 2 %.  Penurunan emisi Metana belakangan ini berkurang karena perkembangan diversifikasi tekhnologi dan perubahan berbagai kebijakan.

Namun demikian telah diasumsikan bahwa emisi gas akan terus bertambah di masa depan. Peningkatan tersebut bisa diatasi dengan penggunaan sumber energi yang baru ,  penerapan tekhnologi yang bersih dan perubahan lainnya.

Mengapa pemanasan global begitu penting dibicarakan oleh para ahli lingkungan hidup sedunia.  Hal ini disebabkan pemanasan global lebih banyak berdampak negatif ketimbang dampak positifnya.

Dampak negatif yang dapat  ditimbulkan oleh fenomena tersebut adalah :

  • Terjadinya kerusakan sirkulasi air laut, sehingga menimbulkan perubahan cuaca yang sulit dipredeksi.
  • Timbulnya gejala kekeringan yang lebih parah di daerah gurun
  • Kegagalan panen yang terjadi di mana-mana sehingga menyebabkan terbatasnya persediaan pangan
  • Kelangkaan air  dan sumber-sumber air
  • Kelapran yang melanda dunia dan menyebabkan banyak kematian
  • Menbyebabkan perubahan cuaca  yang ekstrim dengan cirri banyak terjadinya badai.
  • Menyebabkan berbagai penyakit baik untuk manusia maupun hewan.
  • Timbulnya gelombang panas yang mematikan
  • Berkurangnya habitat hewan dan tumbuhan
  • Menyebabkan emigrasi besar besaran manusia dari daerah tandus ke daerah  yang lebih baik
  • Bertambahnya konsumsi energi untuk kebutuhan rumah tangga
  • Menyebabkan polusi udara
  • Menghilangnya lapisan es  atau glaciers dan lain sebagainya

 

 

Namun demikian pemanasan global  juga bisa memberi keuntunghan,  meski manfaatnya relative kecil ketimbang  kerugiannya.  Keuntungan tersebut adalah : 

  • Daerah dingin seperti Siberia.  Arctic dan Antartic menjadi lebih ramah dan menjadi daerah yang baik untuk  habitat  tanaman.
  • Umur  es yang membeku  ( nuisim dingin ) akan lebih singkat 
  • Arus  samudra Barat Laut  yang melewati Canada , yang banyak mengandung es akan lebih mudah untuk dilalui.
  • Untuk daerah dingin pengaruh pemanasan global ini  akan mengurangi konsumsi energi rumah tangga.
  • Berkurangnya angka kematian akibat musim dingin  yang mencekam.
  • Bertambahnya waktu untuk musim tanam akan meningkatkan hasil panen untuk daerah tertentu.

 

Lantaran kecerobohan umat manusia dalam menggapai hak hajat hidupnya, maka terjadilah distorsi cuaca yang sehari – hari  berada di tengah  tengah kita , seperti hujan badai,  kekeringan dan lain sebagainya. Distorsi iklim yang dewasa ini menarik perhatian para ahli iklim adalah  pasangan El Nino  dan La Nina.

 

EL Nino  dan  La  Nina  

El Nino  adalah salah satu fenomena  iklim yang terjadi di planet kita, Setiap  2  hingga  5 tahun El Nino akan muncul kembali untuk beberapa bulan  bahkan mampu bertahan hingga beberapa tahun.  Gejala  El Nino   muncul akibat  temperatur  air laut  meningkat dari biasanya. Peningkatan temperatur air laut tersebut terdaji di perairan Amerika Selatan dan  dapat merubah iklim di seluruh dunia.

Para petani di Peru telah hafal betul kedatangan El Nino,  yang biasanya bersamaan dengan Waktu Natal. Pada saat  karena suhu permukaan air meningkat sehingga jumlah ikan yang bisa mereka tangkap menjadi berkurang.  Air hangat yang menyebabkan El Nino ini  diketahui berasal dari perairan Indonesia, kemudian bergerak ke Timur kemudian menempati perairan Amerika Selatan.

Dengan adanya suhu permukaan air laut yang meningkat  akan mengakibatkan perubahan iklim di seluruh dunia.  Akibat adanya peningkatan permukaan air laut  di Samudra Pasifik  akan memberikan dampak terjadinya  hujan lebat  sepanjang Pantai  Barat  Benua  Amerika. Gejala El Nino paling berat dirasakan pada tahun  1965 – 966,  1982 – 1983 dan 1997 – 1998, yang menyebabkan  banjir dan kerusakan dari mulai California, Meksiko hingga Chili. Dampak dari  El Nino bisa kita rasakan mulai dari Samudra Pasifik hingga Afrika Timur. Gejala El Nino baru bisa terjadi apabila terjadi peningkatan suhu permukaan air laut selama 5 bulan  di Bagian Timur Pasific  tepatnya di pantai Amerika Selatan

 

La Nina

Para ahli lingkungan hidup ,mengemukakan bahwa gejala alam  yang bukan meningkatnya suhu permukaan air laut di Amerika Selatan di sebut dengan La Nina (  Nona manis ). Gejala La Nina yang kuat akan mengakibatkan dampak yang berlawanan  dengan  El Nino. Contoh kasus ini terjadi pada Tahun 1988 yang menyebabkan kekeringan di Amerika Utara.

 

Hubungan El Nino  dengan Kerusakan Iklim.

Seperti diberitakan bahwa baik El Nino maupun La Nina tidak menunjukan gejala yang nyata bila tidak disebabkan kerusakan alam.  El Nino adalah pola yang telah diamati selama ratusan tahun oleh masyarakat Amerika Selatan dan ini disebabkan kerusakan alam yang tambah parah dan menyebar  ke seantero jagad.

Pola yang sama dengan El Nino pernah diidentifikasi pada awal Tahun 1900-an, gejala tersebut dinamakan Gelombang  Selatan dan sekarang bisa diketahui secara cermat. Oleh karena itu  gejala ini disebut ENSO ( El Nino Southern Osscillation ).

 

Sumber  :

  • Wikipedia
  • About.com 2007. A Part of New York Times
  • (  http : // epa.gov/ climate.change/emission )

 

 

quick weight loss