Hanya Kekuasaan dan Uang yg Jadi Ideologi Parpol



Sebagai incumbent, SBY makin mantap memilih Boediono sebagai pendampingnya menuju Pilpres 2009. Sikap Demokrat pun mendukung penuh. SBY bahkan tak peduli atas kritik Amien Rais soal Boediono. Sebuah tamparan keras bagi Amien?

Para analis politik bahkan melihat SBY telah ‘mengkhianati’ Amien Rais, karena memilih Boediono, sosok yang dinilai Amien sebagai simbol Neoliberalisme kelas berat di negeri ini. “Keputusan SBY memilih Boediono adalah tamparan politik di muka Amien Rais,” kata Moh Sofan, peneliti politik dari Yayasan Paramadina.

Sejauh ini, empat parpol yang kecewa terhadap sikap SBY yang menggandeng Boediono sebagai cawapres telah mengancam keluar dari koalisi Blok Cikeas yang dibangun Partai Demokrat. Keempat partai itu bisa saja membentuk koalisi baru bersama Partai Gerakan Indonesia Raya.

Tapi ancaman itu baru dinilai sebagai gertak sambal belaka. Sebab parpol-parpol Islam itu terkesan mudah berkompromi dengan kompensasi tertentu. “Kenyataannya, hanya kekuasaan dan uang yang menjadi ideologi parpol-parpol Islam kini. Tak ada ideologi lain” kata Nanang Taqiq, dosen Filsafat UIN Jakarta.

Meski anggota Majelis Syura PKS Mahfudz Siddiq menjelaskan bahwa gabungan suara empat partai itu – yakni PKS, PAN, PKB, dan PPP –

ditambah Gerindra bisa mencapai 28,5% suara sah pemilu dan karenanya bisa mengusung capres, tak ada jaminan bahwa parpol-parpol Islam itu berani keluar dari mulut Blok Cikeas.

Di atas kertas, memang kursi gabungan semua parpol Islam itu setara dengan 192 (34%) kursi parlemen. Seandainya PDIP dan Demokrat berkoalisi, maka jumlah kedua partai ini sekitar 34%, Jadi berimbang.

Meski hampir pasti, penunjukkan Boediono sebagai cawapres itu diprotes oleh sekitar 70 mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Mereka menyerukan penolakan terhadap Boediono. Sikap politik mereka dituangkan dalam aksi unjuk rasa.

Para mahasiswa itu mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum, Selasa (12/5). Dalam orasinya, mahasiswa bahkan menolak Boediono karena mereka menilai Gubernur BI itu tidak akan prorakyat.

"Demi rakyat, bangsa, dan negara yg kami cintai ini, maka KAMMI menyatakan menolak rezim atau capres-cawapres antek ekonomi Neoliberal," kata Rahman Toha, ketua Umum KAMMI, di depan kantor Komisi, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (12/5).

Konflik di tubuh PAN hingga kini belum juga mereda. Kubu Soetrisno Bachir lebih memilih untuk merapat ke Gerindra dan Koalisi Teuku Umar. Sedangkan, Amien Rais sudah jelas mendukung SBY dan Demokrat. Bahkan, melalui pertemuan di Yogyakarta, Amien memutuskan Hatta Rajasa sebagai cawapres dari PAN. Keputusan itu diperkuat dengan Rakernas PAN.

 

Meski tata krama komunikasi politik SBY dipertanyakan oleh PAN, ikon politik Demokrat tak peduli. Ia bahkan meninggalkan Amien yang terus berteriak lantang di kejauhan. Amien Rais telah ditampar SBY secara politik dari Cikeas hanya dengan helaan napas.

 

http://pemilu.inilah.com/berita/2009/05/13/106677/tamparan-sby-untuk-ami...

1000% SETUJU

1000% SETUJU!!! SETUJU!!! HY KEKUASAAN & DUIT yg lainnya NOTHING!!!
quick weight loss