|
|
| Home | about matabumi | Contact | Newsroom | Komunitas | Top Score |
| Publik Bikin Berita | Features | Pengaduan & Protes | Bisnis Rakyat | Opini | Berbagi Cerita | Free Data | Gossip | News |
Puluhan Naskah Kuno Akan Diterjemahkan
fauqa — Sun, 24/02/2008 - 14:39
DALAM rangka memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional 2008,
sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Pendidikan Basa Jeung Sastra Sunda (Hima Pensatrada) UPI melakukan aksi dengan membawa spanduk dan poster di Jln. Merdeka Bandung, Kamis (21/2). BEM Hima Pensatrada itu menuntut keseriusan pemerintah untuk memelihara dan menghormati bahasa daerah termasuk bahasa Sunda sesuai dengan rekomendasi Unesco.* Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Disbudpar Jabar menganggarkan dana Rp 600 juta untuk biaya penerjemahan 40 naskah kuno yang terbit pada abad ke-7 sampai ke-19. Naskah tersebut belum pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda. Beberapa naskah tersebut bercerita mengenai sejarah, kebudayaan, dan teknologi pertanian yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. "Dari 40 naskah kuno yang akan diterjemahkan, masih tersisa 80 naskah kuno lebih yang kini tersimpan di Museum Sri Baduga Maharaja. Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk biaya penerjemahan, tetapi juga untuk biaya penerbitan dan biaya-biaya lainnya yang berkaitan erat dengan pemeriksaan silang data yang ada di naskah tersebut ke beberapa museum dan perpustakaan yang ada di luar negeri, khususnya di Leiden Belanda," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Barat H.I. Budhyana, Kamis (21/2). Budhyana yang ditemui di sela-sela acara "Mieling Poe Basa Indung" (Memperingati Hari Bahasa Ibu) di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Jln. Dipati Ukur Bandung, mengatakan, bahasa Sunda menduduki posisi 33 dunia, sedangkan bahasa Cirebon di atas posisi 100 dari 330 bahasa daerah di dunia. Budhyana berjanji akan menaikkan posisi bahasa Sunda naik ke angka kurang dari 30, termasuk menaikkan posisi bahasa Cirebon. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan mengatakan, bahasa adalah warisan terbesar yang yang diberikan leluhur yang berfungsi sebagai identitas autentik suatu bangsa. Selain itu, bahasa merupakan alat komunikasi yang efektif dalam proses transfer nilai-nilai serta kearifan budaya. Sudah seharusnya setiap elemen masyarakat menyadari betapa berharga dan pentingnya bahasa daerah. Sejak tahun 1999 Unesco menetapkan tanggal 21 Februari sebagai hari bahasa ibu internasional setelah ditemukannya fakta bahwa setiap sepuluh hari terjadi kepunahan satu bahasa daerah di seluruh dunia. Oleh karena itu, Danny sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Barat ini. Rektor Unpad Ganjar Kurnia mengatakan, saat ini kesadaran orang tua untuk mengajarkan bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Sunda perlu kembali ditingkatkan. "Banyak orang tua yang menganggap mendidik anak dengan bahasa daerah itu berarti kampungan," ujarnya di sela-sela Pasanggiri Ngeusian Tarucing Cakra. |
||||
| Direksi | Office | Disclaimer | Sitemap | Copyright @ 2007 |
Powered By
|