Penyusutan Es Kutub Utara Memecahkan Rekor Pada 2007



SAN FRANSISCO-Es Arktik di kutub utara mencair hingga memecahkan rekor ratarata pada musim panas tahun 2007, tandatanda terbaru yang menunjukkan kecepatan laju perubahan iklim di tahuntahun belakangan ini, demikian yang dikatakan para ilmuwan iklim.

"Pada tahun 2007, kami memiliki grafik pemanasan yang tidak kami publikasikan," kata Michael Steele, seorang pengamat samudera di University of Washington, pada acara pertemuan American Geophysical Union, di mana 15.000 peneliti berkumpul bersama membahas masalah perihal gempa bumi, sumber air, dan perubahan iklim.

Merupakan musim panas yang tidak menyenangkan bagi daerah Arktik, di mana pertama kalinya dalam catatan sejarah, kapalkapal dapat menyeberangi lautan Arktik di air yang dulunya adalah gundukan es, kata Donald Perovich dari U.S Army Cold Regions Research and Engineering Laboratory di New Hampshire.

Saat musim panas tahun 1980, kutub utara masih tertutup selimut salju seluas benua Amerika, namun musim panas tahun ini wilayah barat sungai Mississippi tidak akan tertutup es, tambahnya.

"Benar-benar pengurangan yang amat besar, namun tentu saja, pertanyaannya adalah kapan hal itu terjadi?" kata Perovich.

Ilmuwan mengatakan ada dua faktor pokok yang mempercepat musnahnya bongkahan es kutub utara (es kutub utara membantu mendinginkan bumi dengan merefleksikan sinar matahari kembali ke udara).

Seiring naiknya temperatur di Laut Atlantik dan Laut Pasifik, air yang lebih panas mengalir ke Laut Arktik. Hal ini yang mengakibatkan mencairnya topi es kutub utara, di mana pada tahun ini suhu apungan es adalah 3.5 derajat Celcius lebih panas dari indikasi sejarah, kata Steele.

"Air yang saat ini bersirkukasi 200 meter di bawah bongkahan es, panas suhunya secara signifikan lebih panas dibanding lima tahun lalu," kata John Walsh dari University of Alaska, Fairbanks.

Memperbesar perubahan-perubahan kecil

Dengan melelehnya es di arktik, maka refleksi terhadap radiasi sinar matahari tinggal tujuh persen saja, jauh berkurang dari 85 persen yang direfleksikan es pada normalnya. Semakin Laut Arktik terbuka le, bumi akan menyerap lebih banyak sinar matahari, yang selanjutnya akan mempercepat kenaikan temperatur bumi, kata Perovich.

"Ini merupakan umpan balik yang positif. Umpan-umpan balik ini penting dari perspektif iklim, karena mereka dapat menggunakan perubahanperubahan kecil dan memperbesarnya," kata Perovich.

Ia mengatakan orangorang di dekat Lingkaran Arktik sudah melihat beberapa dampak pemanasan kutub utara. Berbagai perusahaan mulai menjelajahi sumber-sumber alami di lahanlahan terbuka, dan pedesaan di daerah pantai bergulat dengan erosi seiring naiknya ketinggian air laut.

Para ilmuwan juga menyatakan skeptimisme kesanggupan manusia untuk membantu menghasilkan musim dingin yang cukup untuk dapat membuat topi es membeku kembali. ***(erabaru.or.id)

 

quick weight loss