Kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan XIX di Kalimantan Selatan



Temu wicara Kenal Medan (TWKM) adalah kegiatan tahunan organisasi pencinta
alam tingkat universitas se- Indonesia. Kegiatan ini berawal dari keinginan
bersama untuk bisa berbagi mengenai permasalahan internal organisasi Mapala yang diharapkan mampu menjadi percontohan bagi organisasi intra kampus lainnya.

Kegiatan ini dimulai pada tahun 1988 oleh Mahasiswa Krida Bhuana (MADAWIRNA) Universitas Yogyakarta yang dahulu dikenal dengan nama IKIP Yogyakarta. Pada tahun-tahun berikutnya TWKM menjadi agenda tetap sebagai sebuah forum media komunikasi Mapala se-Indonesia.

Tahun 2007 ini, TWKM diselenggarakan di Kalimantan Selatan. Forum TWKM XVIII tahun 2006 di Semarang memutuskan Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam dan Seni Borneo (Kompas Borneo) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan TWKM untuk yang ke-sembilanbelas kalinya ini.

Hingga menjelang pembukaan dan stadium general pada Senin pagi tanggal 26
November 2007, sebanyak seratus dua puluh tiga (123) organisasi mahasiswa
pencinta alam dari seluruh Indonesia telah melakukan daftar ulang. Sementara
total peserta TWKM kali ini mencapai 247 orang.

TWKM di Kalimantan Selatan ini dilaksanakan tanggal 26 November 2007 hingga
3 Desember 2007. Kegiatannya sendiri terbagi ke dalam tujuh sub kegiatan
yaitu sub kegiatan Pembukaan sekaligus Stadium General, Temu Wicara, empat
divisi Kenal Medan dan Penutupan.

Stadium General merupakan kuliah umum tentang kebijakan pengelolaan sumber daya alam. Kegiatan ini diserangkaikan dengan acara pembukaan oleh Rektor Universitas Lambung Mangkurat.

Menghadirkan empat narasumber yaitu Kepala Badan Pengawas Dampak Lingkungan Daerah Kalimantan Selatan (Bapedalda) Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Kalimantan dan Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Stadium General diharapkan dapat menjadi referensi pengambilan keputusan dalam sidang Temu Wicara pada TWKM XIX.

Sub kegiatan Temu Wicara dan empat divisi Kenal Medan dilaksanakan
dilaksanakan tanggal 27 November hingga 2 Desember 2007. Temu Wicara
dilaksanakan di kota Banjarbaru. Sementara kegiatan divisi tersebar di tiga
Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan. Divisi Panjat Tebing di Kabupaten
Hulu Sungai Selatan, Divisi Hutan Gunung di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan, Divisi Penelusuran Gua di Kabupaten Kotabaru, dan
Divisi Bahari/Fun Diving juga di Kabupaten Kotabaru.

Temu Wicara dilaksanakan di Aula Bapelkes Kota Banjarbaru. Dilaksanakan
dengan format kongres dan membahas berbagai permasalahan lingkungan dari
beberapa daerah yang dipilih melalui seleksi makalah. Berdasarkan itu, akan
disusun suatu pernyataan sikap dalam bentuk tindakan nyata guna menanggapi
permasalahan tersebut

Panjat Tebing dipusatkan di kawasan tebing karst di daerah Batu Laki
Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Selain melakukan pemanjatan peserta juga akan melakukan observasi kawasan karst di daerah yang masih merupakan bagian Pegunungan Meratus ini.

Divisi Hutan Gunung membawa peserta pada petualangan menjelajah hutan dan
mengarung sungai berarus deras di Pegunungan Meratus Hulu. Perjalanan di
mulai dari perkampungan suku Dayak Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Desa Hinas Kiri. Pendakian dilakukan melewati jalur masyarakat adat Dayak Meratus menuju Gunung Besar ( 1.895 mdpl). Pendakian ke puncak Gunung Besar yang oleh masyarakat setempat disebut Halau-Halau merupakan bagian dari ritual doa mereka.

Perjalanan kemudian diteruskan dengan pengarungan sungai menggunakan
transportasi air tradisional berupa rakit bambu (Bambu Rafting) di sungai
Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Divisi Penelusuran Gua dipusatkan di kawasan karst Sungai Kupang (Cantung),
Kabupaten Kotabaru. Peserta akan melakukan penelusuran dan pemetaan sejumlah gua yang tersebar di kawasan ini. Gua di kawasan ini memiliki karakteristik gua kawasan karst basah dengan banyak ornamen.

Divisi Bahari/Fun Diving, dipusatkan di kawasan pesisir laut Kabupaten
kotabaru. Peserta berkesempatan melakukan ekspedisi laut dan melakukan
penyelaman. Terumbu karang dan potensi kelautan dengan balutan tradisi
masyarakat sekitar pastinya akan jadi pengalaman berarti.

Pada sub kegiatan Kenal Medan, selain melakukan aktifitas khusus terkait
divisi masing-masing peserta juga akan melakukan kegiatan bakti sosial
bekerjasama dengan masyarakat setempat. Kegiatan ini akan lebih mendekatkan peserta dengan lokasi yang mereka datangi berikut masyarakat dan kondisi sosial budaya lokal.

Setelah pelaksanaan sub kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan, sub kegiatan
terakhir adalah penutupan. Dilaksanakan di Gedung Serbaguna Politeknik
Negeri Banjarmasin pada 3 November 2007. Penutupan juga akan dimeriahkan
dengan pagelaran seni budaya tradisional Kalimantan Selatan.

Mahasiswa Pencinta Alam tidak bisa dipisahkan dari sebuah komunitas cinta
lingkungan yang memproyeksikan pergerakan pada bidang kepencintaalaman dan penyelamatan lingkungan. Kami mencoba mensinergikan keinginan tersebut melalui Temu Wicara dan Kenal Medan Mahasiswa Pencinta Alam se-Indonesia.

Harapan kami, hasilnya akan terwujud dalam hal:
  1. Terbentuknya sebuah wacana dalam upaya penyelamatan lingkungan. Sebentuk kesadaran penuh semua elemen masyarakat akan pentingnya lingkungan yang lestari.
  2. Terkumpulnya data yang akurat mengenai persoalan lingkungan besertakaitannya dengan kondisi sosial masyarakat.
  3. Munculnya inisiatif menggali potensi pengembangan wisata alam bebas(eco-tourisme) berbasis masyarakat.
  4. Mensyiarkan Universitas Lambung Mangkurat sebagai bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Kompas Borneo Unlam dengan
sejumlah komunitas pencinta Alam di Kalimantan Selatan yang tergabung dalam
sebuah kepanitiaan bersama.

Maps
Kalsel_1196359090.jpg
quick weight loss