|
|
| Home | about matabumi | Contact | Newsroom | Komunitas | Top Score |
| Publik Bikin Berita | Features | Pengaduan & Protes | Bisnis Rakyat | Opini | Berbagi Cerita | Free Data | Gossip | News |
Wayang Topeng
kalang — Thu, 01/01/2009 - 00:20
Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
Satu lagi bukti kekayaan khasanah budaya Nusantara. Seni wayang, untuk satu daerah saja bisa begitu beragam. Contoh, di Jawa saja, wayang terdiri atas wayang kulit, wayang orang, wayang klithik, wayang suket, dan... ada juga yang dinamakan wayang topeng. Seni wayang topeng tak ubahnya seni pertunjukan wayang orang. Bedanya, semua pelakonnya mengenakan topeng. Adapun kisah-kisah yang dimainkan, selain serial kepahlawanan Panji adalah dua epik yang begitu kesohor: Ramayana dan Mahabharata. Epik Ramayana maupun Mahabharata, keduanya berasal dari India. Tapi lebih dari ratusan tahun lalu, ketika mulai masuk ke Asia Tenggara, hingga akhirnya ke tanah Jawa, epik Ramayana dan Mahabharata mengalami penyesuaian dengan kultur Indonesia, khususnya Jawa. Bahkan dalam perkembangan terakhir, saat Islam masuk tanah Jawa, seni wayang pun diadaptasi sehingga dari epik yang bernafas Hindu menjadi epik yang bernafas Islam. Salah satu contoh masuknya ajaran Islam melalui seni wayang misalnya pada senjata ampuh milik lima ksatria sakti Pandawa yang disebut Jamus Kalimasada. Si dalang kemudian menuturkan bahwa yang dimaksud Kalimasada adalah kalimah syahadat. Kembali ke wayang topeng. Jenis seni yang satu ini, tumbuh subur di tanah Jawa. Bahkan awalnya dimainkan di lingkungan Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta. Para pemainnya pun pada awalnya adalah para abdi keraton. Namun dalam perkembangannya, seni wayang topeng keluar dari benteng keraton dan dimainkan masyarakat Jawa. Sekalipun pamor wayang topeng kian pudar, di beberapa daerah, seni ini masih tumbuh subur, utamanya di Jawa Timur, lebih khusus lagi di Malang dan sekitarnya. Wayang topeng dimainkan malam hari hingga menjelang subuh. Kelompok pertunjukan wayang topeng, acap ditanggap oleh masyarakat yang sedang punya hajat, seperti hajat pernikahan, sunatan, dan lain-lain. Sebagai tontonan, tentu saja digelar di lapangan terbuka di atas panggung, dan bebas dinikmati masyarakat. Selain menghibur, juga gratis. Namun setelah era televisi, seni pertunjukan rakyat, termasuk wayang topeng mulai tersisih. Kalaupun hingga saat ini seni wayang topeng masih bertahan, tak lebih karena bantuan pemerintah dalam hal ini dinas kebudayaan, atau masyarakat penggiat budaya tradisi yang memiliki concern tinggi terhadap kelangsungan seni wayang topeng. Di tangan pemerintah, seni wayang topeng acap dikemas dalam pentas seremonial dalam kegiatan-kegiatan pemerintahan, atau dalam misi-misi kebudayaan keluar negeri. *** Foto/Video/Audio
|
|||||
| Direksi | Office | Disclaimer | Sitemap | Copyright @ 2007 |
Powered By
|