Kedutaan Besar AS di Kabul, Afganistan, memecat beberapa anggota satuan keamanan (satpam) yang biasa berjaga di teritori negara adidaya tersebut. Tindakan ini diambil menyusul aksi cabul yang dilakukan mereka dalam sebuah pesta miras.
Dalam surat kepada Menlu Hillary Clinton minggu ini, sebuah kelompok yang disebut 'Proyek Kekhilafan Pemerintah' mengatakan satpam khusus dari agen jasa pengamanan ArmorGroup North America mementaskan ritual perploncoan yang kejam, membahayakan keamanan diplomat.
Perbuatan cabul penjaga keamanan itu tergambar dalam foto-foto yang sudah beredar di internet. Dalam foto tersebut tampak sejumlah penjaga bugil. Termasuk di antaranya ada yang saling meraba dan yang lain tampak sedang meminum vodka serta saling menuangkannya di bokong masing-masing.
"10 Satpam yang terlihat dalam pose yang vulgar itu meninggalkan negara hari ini. 8 Diberhentikan dan 2 mengundurkan diri," kata Kedutaan AS dalam pernyataan resminya seperti dilansir Reuters, Jumat (5/9/2009).
"Seluruh manajemen senior dari ArmorGroup North America di Kabul dipindahtugaskan seketika. Kantor keamanan Kedutaan melanjutkan wawancaranya kepada tiap anggota penjaga dari ArmorGroup," imbuhnya.
Juru bicara Kedutaan AS menambahkan para penjaga sebenarnya telah dilarang untuk minum alkohol kapanpun selagi berada di Afganistan.
detik.com