|
|
| Home | about matabumi | Contact | Newsroom | Komunitas | Top Score |
| Publik Bikin Berita | Features | Pengaduan & Protes | Bisnis Rakyat | Opini | Berbagi Cerita | Free Data | Gossip | News |
Tragis! 4 Mahasiswa Indonesia Disiksa Polisi Mesir!
felix — Sat, 04/07/2009 - 03:17
Empat mahasiswa Indonesia asal Riau diduga mengalami penganiyaan yang
dilakukan pihak kepolisian Mesir. Dari empat mahasiswa itu, dua di
antaranya minta untuk pulang ke tanah air.
"Mahasiswa yang menjadi korban penganiayaan polisi Mesir mengaku sudah tidak tahan lagi di sana. Mereka minta segera dipulangkan ke tanah air," kata Sainul Muttaqin, kakak dari Fahturrahman mahasiswa Indonesia di Mesir yang mengalami penyiksaan, kepada detikcom, Sabtu (4/07/2009). Dia menjelaskan, kedua mahasiswa Al Azhar di Kairo Mesir itu adalah, Arzil dan Tasril Sugandi yang masih duduk di semester I. Dimungkinkan keduanya meminta dipulangkan karena terhitung baru menjadi mahasiswa. "Mungkin karena mereka berdua ini masih mahasiswa yang baru, sehingga mereka kurang begitu betah atas kasus yang menimpa mereka. Alasannya inilah mereka dalam perbincangan dengan keluarganya di Riau meminta segera di pulang," kata Sainul. Dua mahasiswa lagi, yakni Fahturrahman dan Ahmad Yunus sudah duduk di semester IV. Mereka ini menjadi korban penganiayaan polisi setempat atau dikenal dengan sebutan Amni Daulah. Polisi Mesir menyiksa mereka dengan cara yang keji. Mereka ditangkap di kamar kosnya bak teroris kelas kakap. Mata ditutup, tangan diikat, lantas sampai di kantor polisi setempat mereka ditelanjangi, bahkan salah satu di antaranya alat vitalnya disetrum. "Mereka sudah saya bujuk agar mereka tetap bertahan untuk meneruskan kuliahnya," kata Sainul.**detik.com Deplu: Kita akan Minta Pertanggungjawaban Empat orang mahasiswa Indonesia diduga mengalami penyiksaan saat ditahan oleh kepolisian Mesir. Departemen Luar Negeri (Deplu) mengaku sedang menelusuri informasi tersebut. Jika benar, pemerintah Mesir harus bertanggungjawab. "kalau memang mereka diperlakukan tidak benar akan dimintai pertanggungjawaban," kata Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah saat dihubungi lewat telepon, Jumat (3/7/2009). Namun informasi yang diperoleh Faiz, sapaan akrabnya, baru sebatas penahanan oleh kepolisian. Terkait kabar soal penyiksaan bahkan sampai tidak diberi makan, pihaknya perlu mengkonfirmasi ulang dengan pejabat setempat. Saat ini, kata Faiz, keempat mahasiswa tersebut sudah berada di rumah kos semula. Kondisi mereka juga dikabarkan sudah dalam keadaan baik. "Kita baru memperoleh informasi dari pihak ketiga, nanti akan kita telusuri," tutupnya. Seperti diketahui, 4 mahasiswa asal Riau, Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri Sugandi digelandang pihak kepolisian Mesir karena diduga terlibat gerakan Islam garis keras di mesir. Mereka juga dianggap bersalah karena salah seorang rekannya telah membuka situs Ihwan Muslim Online. Keempat mahasiswa semester awal di Universitas Al Azhar itu kemudian dipukuli, ditelanjangi bahkan disetrum. Kabarnya, mereka pun tidak diberi makan selama 3 hari di dalam tahanan.**detik.com Foto/Video/Audio
|
||||
| Direksi | Office | Disclaimer | Sitemap | Copyright @ 2007 |
Powered By
|