Museum Wayang Jakarta



Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 st1\:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0pt 5.4pt 0pt 5.4pt; mso-para-margin:0pt; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

Musem Wayang ini persisnya terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 27 Jakarta Barat.  Dari jauh sudah kelihatan kalau gedung ini tampak unik dan sangat menarik. Orang bilang, semakin tua sebuah gedung, semakin tampak antik dan menarik.

 

Karcis masuk ke Museum ini sangat terjangkau. Cukup hanya dengan membayar Rp. 2.000,- utk Dewasa, Rp. 1.000,- untuk mahasiswa, sedangkan anak-anak dan pelajar hanya Rp. 600,- saja.  Malah kalau dengan rombongan minimal 20 orang bisa mendapatkan tiket masuk dengan harga yang lebih murah lagi. Waktu buka museum ini hari Selasa s/d Minggu. Hari Senin dan hari Besar museum Tutup.

 

Menurut info dari guide tour, Gedung ini juga telah mengalami beberapa kali perubahan / perombakan. Gedung ini pertama kali dibangun pada tahun 1640 yang diberi nama ”De Oude Hollandsche Kerk” artinya Gereja Lama Belanda, dan tentu saja difungsikan sebagai Gereja.

 

Pada tahun 1732 gedung ini diperbaiki dan diganti namanya menjadi ”De Nieuwe Hollandsche Kerk” artinya Gereja Baru Belanda. Gedung ini pernah hancur akibat gempa bumi yang terjadi pada tahun 1808.

 

Nah, kemudian di bekas reruntuhan ini dibangun kembali gedung yang akhirnya dipergunakan sebagai Museum Wayang. Walaupun bangunan ini pernah dipugar, beberapa bagian gereja lama dan baru masih tampak terlihat dalam bangunan ini.

 

Bahkan menurut catatan, di lokasi ini pernah dijadikan makam orang-orang Belanda yang pertama kali datang ke Batavia. Antara lain  tokoh Belanda yang menjadi penguasa pertama di Hindia Belanda: “Jan Pieterzoon Coen”.  Di depan bekas makam beliau ini juga terdapat berbagai macam jenis nisan dan bentuk tulisannya. Desain dinding dan tulisannya sangat kental dengan Gaya Eropa.

 

Museum Wayang ini diresmikan pada tanggal 13 Agustus 1975 oleh mantan Gubernur DKI Jakarta yaitu Bapak H.Ali Sadikin. Pada tanggal 16 September 2003 museum ini mendapat perluasan bangunan atas hibah dari H. Probosutejo.

 

Museum Wayang memamerkan dan memilki berbagai jenis koleksi dan bentuk wayang dan boneka seluruh Indonesia. Seperti wayang kulit, wayang golek, patung wayang, topeng wayang, wayang beber, wayang kardus, wayang rumput (suket), wayang janur, dan lain-lain. Wayang-wayang dan boneka tersebut ada yang terbuat dari kayu, kulit dan lain sebagainya. 

 

Ada juga wayang dan boneka dari luar negeri misalnya dari Tiongkok, Vietnam, Kamboja, Thailand, Suriname, China, Perancis, Inggris, Polandia, India, Colombia, dll.

 

Di antara sekian banyak koleksi, terdapat pula koleksi boneka si Unyil, Cuplis, Pak Ogah, Melani, Usrok, Penjahat, Nenek Sihir, Pak Raden, Kinoi dkk. Ada juga boneka Pinokio yang berhidung panjang.

 

Hingga kini Museum Wayang mengoleksi lebih dari 5.400 buah koleksi.

 

Sebagai orang Indonesia kita sepatutnya bangga karena ternyata Wayang Indonesia telah diakui oleh UNESCO (United Educational, Scientific and Cultural Organization) pada tanggal 7 November 2003 di kota Paris, Perancis dengan memproklamirkan Wayang Indonesia sebagai “Masterpieceof Oral and Intangible Heritage of Humanity”. 

 

Hal ini membuktikan bahwa Wayang Indonesia telah diakui sebagai “Karya Agung Budaya Dunia”.  Pada kesempatan itu juga secara resmi diserahkan “Piagam Penghargaan UNESCO”, yang juga dilaksanakan di Paris, Perancis pada tgl 21 April 2004. ( elindasari) 

Foto/Video/Audio
Loading...

angker!

bekas kuburan londo ya. pantesan. konon museum wayang ini salah satu tempat paling angker di jakarta. kisah2 ghost dr sini byk lo..(cari di google deh). Ga percaya?? tes aja!!