|
|
| Home | about matabumi | Contact | Newsroom | Komunitas | Top Score |
| Publik Bikin Berita | Features | Pengaduan & Protes | Bisnis Rakyat | Opini | Berbagi Cerita | Free Data | Gossip | News |
Luar Biasa!! Seorang Kakek 31 Kali Mati, Hidup Kembali
level41 — Tue, 17/02/2009 - 14:45 Ini keajaiban nyata yang dialami Derek Jones, seorang kakek dengan dua cucu. Saat dia bekerja, Derek Jones yang berusia 55 tahun mendapat serangan jantung fatal. Dalam keadaan kritis, dia dibawa ke rumah sakit dengan ambulans. Di sinilah drama menegangkan terjadi, jantung Jones semakin melambat dan nyaris berhenti,padahal perjalanan yg ditempuh menuju rumah sakit masih sekitar 27 mil.
Beruntung, ambulans
tersebut dilengkapi perlengkapan ECG (grafik untuk membaca denyut
jantung). Para medis yg berada di ambulans, Toby dan Collins, pun sigap
langsung memberi setrum pada dadanya. Tapi tak ada perubahan, denyutnya tidak ada. Dalam 1
jam perjalanan, puluhan kali dadanya menadpat bantuan setrum,baru
denyut jantungnya muncul meski amat lemah. "Ini sungguh ajaib, luar biasa. Saya berterima kasih pada paramedis yang berusaha keras tidak kenal menyerah. Mereka tidak membiarkan saya mati," ungkap Derek Jones yang tinggal di Hellesdon. Kini dia merasa sehat. Sehari-hari Jones bekerja sebagai teknisi listrik. "Ketika serangan itu datang, saya merasa dada saya luar biasa sakit, wajah dan dada terasa panas," tambah bapak dua anak, Katrina (30) dan Melissa (24). Awalnya, dia tidak tahu kalau 'serangan tiba'tiba' itu adalah serangan jantung. Ia berpikir ada masalah pada lehernya. Tak terlintas dalam pikirannya, begitulah kalau serangan jantung tiba tiba menyerang.Ambulans datang enam menit setelah menghubungi 999. Chris Hawkins, Toby Reid, Collins Woolacott, paramedis yg berjasa bagi hidup Jones, tiba dengan membawa alat pengkur debar jantung.Mereka mengatakan, Jones terkena serangan fatal yg bisa mengancam jiwanya. Dalam perjalanan, serangan jantung terus menyerang setiap menit, diperlukan usaha luar biasa untuk memberi kejut listrik. "Sepanjang karier saya empat tahun ini, belum pernah saya menemukan kejadian seperti ini," kata Toby. "Denyutnya pendek dan lemah sekali. Kami berpikir, tidak akan 'mendapatkannya (hidup)' kembali. Tapi kami berusaha terus.Dan luar biasa, denyutnya kembali," ungkap Toby.
Sementara
Jones berpikir, dia mendapat mimpi buruk. Sehari hari bekerja dengan
aliran listrik, namun saat itu justru ia mendapat pertolongan dari
aliran listrik. Chris, yang sudah enam tahun bekerja sebagai paramedis,
tak kurang tercengangnya. "Kejadian itu sangat dramatis. Anda tidak
percaya melihat dia berjuang antara hidup dan mati. Kami benar-benar
menghadapi 'pertarungan' luar biasa. Biasanya, hanya dua-tiga kali
setrum, akan berhasil jika memang ia bisa hidup lagi. Tidak pernah
sebanyak dan selama ini," ungkap Chris.
Kasus Derek Jones ini mencengangkan para spesialis jantung di
NNUH. Mereka heran, Jones bisa bertahan hidup dengan serangan sefatal
itu. Di rumah sakit kembali serangan terjadi, ia sempat dianggap gagal
jantung. Tapi lagi-lagi dokter berjuang keras, akhirnya setelah lima
kali mendapat kejutan listrik, denyutnya berhasil kembali. "Sungguh
saya mujur mendapat perawatan di sini," ungkap Jones yang seminggu
dirawat di rumah sakit dan ia pulang dengan membawa obat-obatan
pengatur jantung. Menurut Direktur Servis Ambulans, John Scott, hanya satu dari empat pasien yang berhasil hidup kembali sesudah menderita serangan fatal pada jantungnya. "Karena itu perhatian dan perawatan pada ambulans disediakan semaksimal mungkin. Para staf rumah sakit telah bekerja luar biasa, saya ucapkan selamat pada mereka semua," ucap Scott, sembari menambahkan, sepanjang kariernya belum pernah mendapat kasus luar biasa seperti yg dialami Derek Jones. "Dia sungguh sungguh mujur berhasil hidup," tandasnya. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} http://www.eveningnews24.co.uk
Foto/Video/Audio
|
||||
| Direksi | Office | Disclaimer | Sitemap | Copyright @ 2007 |
Powered By
|