Kasus Tato Macan: Terkuak, Pelaku Mutilasi Diduga Pacar Korban



Pelaku Mutilasi Pacar Hasan Basri?

Wanita pembawa potongan-potongan tubuh korban mutilasi dikenali sebagai pacar Hasan Basri, warga Bekasi yang diduga sebagai korban mutilasi. Wanita itu juga diperkirakan sebagai si pelaku mutilasi.

Setelah melihat sketsa wajah wanita pembawa potongan-potongan tubuh pembawa korban mutilasi, keluarga Hasan Basri mengenalinya sebagai pacar Hasan Basri. Sketsa tersebut dibuat berdasarkan keterangan saksi, salah satunya awak bus Mayasari Bakti.

Menurut seorang penyidik Polda Metro Jaya, Kamis (9/10), keluarga Hasan Basri tak asing dengan wanita berambut pendek di sketsa yang dibuat polisi. Mereka semakin yakin kenal dengan si pembawa potongan-potongan tubuh korban mutilasi ketika polisi mengatakan bahwa wanita tersebut merokok. Sejauh ini, polisi sedang mendalami keterangan keluarga Hasan Basri tersebut.

Namun, keluarga Hasan Basri enggan memberikan penjelasan langsung. Saat menghubungi nomor handphone (HP) H Mustofa, adik Hasan Basri, Warta Kota justru berbicara dengan seorang pemuda yang mengaku sebagai keponakan Mustofa. "Kalau soal itu (mengenali wanita di sketsa polisi - Red) saya nggak tahu, lebih baik langsung saja ke Pak Haji, hubungi saja lagi," ucapnya.

Keponakan Mustofa ini juga mengatakan bahwa sampai Kamis sore, belum ada kabar tentang Hasan Basri. "Bapak (Mustofa-Red) bersama keluarga masih terus mencari," katanya. Pada sekitar pukul 20.00, HP Mustofa tidak bisa dihubungi.

Sementara itu, hingga semalam polisi belum memastikan korban mutilasi yang ditemukan di bus Mayasari Bakti pada 29 September itu sebagai Hasan Basri. Sedangkan Mustofa dan keluarganya menduga korban mutilasi itu adalah Hasan Basri yang pada 26 September pamit ke Lampung namun hingga kini tak ada kabarnya.

Polisi memperkirakan korban mutilasi dihabisi di wilayah Jakarta, bukan di luar Jakarta, karena hasil tes darah menunjukkan bahwa korban yang memiliki tato macan di lengan kanan itu dimutilasi sekitar 12 jam sebelum jenazahnya ditemukan. Sebanyak 13 potongan tubuh korban diwadahi dua kantung plastik dan ditinggal di bus Mayasari Bakti. Sedangkan beberapa organ tubuh korban seperti telapak tangan dan kepala, hingga kemarin, belum ditemukan.

Kepala Unit I Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Jarius Saragih mengatakan, polisi belum bisa memublikasikan sketsa wajah wanita yang diduga sebagai pembawa potongan tubuh korban mutilasi. "Sketsa wajah belum selesai, jadi belum bisa dipublikasikan ke masyarakat," ujarnya.

Hingga saat ini identitas korban mutilasi potong 13 yang ditemukan di dalam bus Mayasari Bhakti jurusan Kalideres-Pulogadun g, masih misterius. Tim gabungan Polda Metro Jaya belum bisa mengungkap identitas korban karena minimnya data.

Sebelumnya Kepala Satuan Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Fadhil Imran mengatakan, bahwa korban mutilasi diperkirakan memiliki tinggi badan 170 cm, ukuran sepatu 40, dan golongan darah B.

Seorang penyidik di Polda Metro Jaya mengatakan, pelaku mutilasi 13 diduga mengerti teknik menghilangkan identitas karena dia memisahkan kepala dan telapak tangan korban. Padahal kepala dan telapak tangan bisa mempercepat proses pengungkapan identitas korban. "Sepertinya, pelaku sering baca koran, sehingga dia menghilangkan organ yang penting untuk mengetahui identitas korban," katanya.

Pelaku diperkirakan menyimpan dendam atau sakit hati kepada korban. Kasus mutilasi 13 ini berbeda dengan kasus mutilasi dengan korban Heri Santoso yang potongan-potongan tubuhnya ditemukan di Ragunan, Pasarminggu. Pelaku mutilasi Heri yakni Very Idham Henyansyah alias Ryan langsung membuang seluruh potongan tubuh korban di satu lokasi. (kompas.com)
Foto/Video/Audio
Loading...