Gus Dur: Munarman Disembunyikan Jenderal



Mantan Presiden RI dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU) Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengaku mengetahui bahwa Panglima Laskar Islam Munarman disembunyikan dan dilindungi oleh seorang jenderal.

"Jenderal ini diperintah oleh seorang pejabat negara. Saya tahu kok, namanya tahu, alamatnya tahu. Tapi yang jelas suruhan," ujar Gus Dur di Jakarta, Kamis (5/6). Munarman hingga saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang dikeluarkan polisi terkait kekerasan di Monas.

Namun, Gus Dur enggan menyebutkan nama dan jabatan jenderal tersebut, bahkan ketika didesak untuk memberitahukan inisial nama jenderal tersebut. "Kalau saya beritahukan sekarang, orang itu malu, nanti malah tambah nggak karu-karuan," ujar Gus Dur.

Pada akhirnya, Gus Dur juga tidak ingin menjelaskan lebih jauh soal identitas jenderal tersebut. Menurutnya, tinggal tunggu waktu saja. Bahkan, ketika ditanyakan apakah jenderal tersebut berasal dari kalangan tentara atau polisi. "Tentara atau polisi, apa sih bedanya...." kata Gus Dur. [kps]

Foto/Video/Audio
Loading...

jendral kancil gus?

jendral kancil gus?

HIDUP GUS DUR!!!!

HIDUP GUS DUR!!! HIP HIP HIP HURA HURA!!!! GUS DUR SERBA TAU, JD JGAN MAEN-MAEN..YOO GUS, BONGKARIN SEMUA..SEBUT AJA NAMA JENDERAL KANCIL YG NGUMPETIN MUNARMAN...

oyeee

omongan gus dur selalu bikin org kebakaran jenggot. anehnya, ko ga ada yg berani mempolisikan gus dur krn omongannya itu. berarti bener donk yg diungkap gus dur..??? gus dur emang oyeee..

backing

gwe tambahin biar afdol!

 

Andi: Tunjuk Siapa "Backing" Munarman

 

Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, Kamis (5/6) siang, meminta pers menunjuk siapa orang atau lembaga yang disebut-sebut sebagai pelindung Panglima Komando Laskar Islam Munarman jika memang sinyalemen itu benar.

"Kalau ada backing-backing-nya, bilang ke saya. Tunjuk langsung saja siapa orangnya. Karena hukum harus ditegakkan, terhadap siapa pun," kata Andi seusai peringatan Hari Lingkungan 5 Juni di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/6).

Sejak Kepolisian Negara RI menangkap lebih dari 50 anggota Front Pembela Islam (FPI) kemarin pagi, Munarman dinyatakan buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Padahal, sebelumnya Munarman mengaku berani bertangung jawab.

Ditanya apakah ada perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara khusus kepada Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Sutanto untuk menangkap Munarman, Andi mengatakan, "Yang jelas, perintah Presiden adalah menegakkan hukum. Negara tidak boleh kalah dengan kekerasan, yang bisa menciptakan rasa tidak aman."

Menurut Andi, aksi kekerasan yang dilakukan FPI kepada Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, Minggu (1/6) siang, tidak bisa ditoleransi. "Apalagi, kekerasan itu dilakukan di tempat terbuka, di Taman Monumen Nasional, di depan Istana Merdeka. Harusnya tidak ada itu. Bagi kita, itu bukan hanya melanggar hukum dan asas kepatutan," kata Andi. (HAR)