WAJAH Desi
Vridiyanti mendadak lesu, begitu keluar dari ruang Badan Kehormatan (BK) DPR,
Kamis (5/6). Keberaniannya untuk berterus terang di depan anggota BK, membuat
dirinya tak kuasa menahan haru, air mata wanita berparas cantik yang memiliki
rambut panjang ini kemudian mengalir, tanpa bisa tertahan.
Saat memberikan penjelasan kepada para wartawan yang sudah menunggunya hampir
sekitar 4 jam sejak pukul 13.00 WIB, Desi, sesekali terisak, tanpa merasa
canggung mengakui, dirinya masih perawan saat ia mendapat perlakuan tak senonoh
oleh mantan atasannya, Max Moein. Namun, dalam penjelasan Desi ada beberapa
alasannya yang membuat wartawan menjadi penasaran.
"Saya sudah bercerita banyak apa yang terjadi terhadap diri saya secara
detil serta bukti yang saya punya. Saya tidak mencari siapa salah, siapa benar,
siapa kalah, siapa menang. Saya hanya mencari keadilan saja. Kini, saya hanya
tinggal menunggu sikap dari BK tentang masalah saya ini," kata Desi, yang
matanya terlihat berkaca-kaca ini.
Saat pertemuannya dengan BK, Desi ditemani oleh pengacaranya dari LBH APIK, Sri
Hernawati, membawa satu dus barang bukti. "Saya ceritakan kenapa itu
terjadi, alasan seperti apa, awalnya seperti apa serta kekerasan apa yang saya
alami kepada BK. Iya, kekerasan seksual," jelasnya.
"Sampai sejauh mana kekerasan seksual yang dialami, bagi saya itu suatu
kehilangan masa depan yang tidak bisa digantikan oleh apapun," kata Desi
lagi.
Wanita mungil berparas cantik ini kemudian sempat terdiam, begitu wartawan
bertanya, apakah saat dirinya mengalami pelecehan seksual oleh Max Moein masih
dalam kondisi perawan. Desi sempat menengok ke arah pengacaranya yang berada
disampingnya. Setelah itu, dengan nada suara pelan, Desi kemudian mengiyakan.
"Saat kerja dengan bapak (Max Moein), saya masih perawan. Saya masih
perawan saat kejadian itu. Kejadiannya (pelecehan seksual) selalu terjadi
bertahap-bertahap dan sudah saya jelaskan kepada BK DPR. Barang buktinya juga
ada. Saksi serta keterangan medis dari dokter. Saya ke dokter setelah kejadian,"
papar Desi.
Desi lagi-lagi terdiam sesaat dan matanya kembali berkaca-kaca saat wartawan
mempertanyakan, dirinya yang tidak langsung melaporkan ke Polisi bila memang
merasa mendapat perlakukan seksual dari Max Moein. Max, usai memberikan
penjelasan kepada BK DPR, Senin (2/6) lalu,juga sempat mempertanyakan sikap
Desi yang tidak langsung melaporkannya kepada Polisi bila ia dituduh melakukan
pelecehan seksual. Desi menjawab, lantaran ada proses untuk bisa melakukan itu.
"Ada proses untuk bisa untuk itu. Saya harus menjelaskan kepada kedua
orang tua saya, keluarga saya. Dan saya harus menjaga kehormatan bapak (Max
Moein) sebagai anggota dewan yang terhormat. Saya juga mendapat ancaman,
tekanan serta berbagai macam intimidasi dan sudah saya perlihatkan kepada Badan
Kehormatan sebagai bukti," papar Desi. Kenapa tidak lapor ke Polisi
ketika itu? "Saya serahkan semuanya kepada Badan Kehormatan.Biar Badan
Kehormatan yang akan memutuskan," kata Desi.
"Kenapa tidak lapor ke Polisi, karena sistem hukum di Indonesia masih
tidak berpihak kepada korban. Sangat sulit pembuktian-pembukti annya. Nanti
kalau ini sampai ke pengadilan, hanya akan mengutak-atik Desi dengan pertanyaan
berbagai macam.Untuk itu, kami berharap kepada BK, karena kami ingin fokus
kepada masalah kode etik," pengacara Desi, Sri Nurherwati kemudian
menjelaskan. Desi hanya terlihat hanya bisa terdiam dengan pandangan mata yang
menerawang jauh, sambil sesekali memperhatikan para wartawan.
Desi kemudian menjawab dengan nada pelan saat para wartawan bertanya lagi, apa
yang menjadi alasan utama bila pelecehan seksual yang dilakukan oleh mantan
pimpinannya, Max Moein tak dilaporkan. Apakah tidak melaporkan karena melakukan
hubungan badan atas dasar suka sama suka saat itu? "Ada ancaman. Ya
sudahlah... seperti itu. Saya sudah jelaskan kepada Badan Kehormatan,"
jawab Desi. Apakah Anda (Desi) pernah hamil saat mendapat pelecehan seksual
oleh Max Moein? "Tidak," tegas Desi.
Desi juga membantah, tapi tidak menjelaskan secara rinci alasannya atas
semua tuduhan Max Moein sebelumnya. Max kepada para wartawan Senin (2/6)
menuduh Desi melarikan 9 buah mobil rental dan mencuri laptop.
"Itu semua tidak benar dan barangnya (laptop) sudah saya perlihatkan
kepada BK. Kenapa laptop itu bisa ada pada saya. Saya sebetulnya
tidak ingin apa-apa, saya ingin keadilan dan pembuktian bahwa apa yang terjadi
di ruang kerja itu memang benar-benar terjadi, itu saja. Anda menginginkan Max
Moein dipecat sebagai anggota DPR? Tidak. Saya tidak menginginkan pak Max
dipecat, sama sekali," jawabnya lagi.
Kalau memang pelecehan seksual dilakukan di ruang kerja, apa tidak terdengar
oleh anggota atau sekertaris dewan yang lain? (setiap dinding ruangan anggota
DPR pada dasarnya bisa terdengar bila ada percakapan anggota DPR dari
ruangan lain. "Saya sudah jelaskan kepada BK," aku Desi.
"Dia (Max Moein) punya cara bagaimana tidak terdengar orang lain.
Salah satunya, menyetel musik. Kenapa tidak teriak (Desi) karena dia dalam
kondisi ketakutan dan gemetar," Sri Nurherwati, pengacara Desi menimpali.
Sumber : Persda Network
sstttttt gini lo caranya...
kata max, kalu dia 'gituin si desi' pasti dunk tetangga sebelah denger, soalnya kan hy dibatasi sama triplek. tap netters nih ada bantahan dr pengacaranya si desi, bagemana caranya spy 'tetangge sebelah' ga denger...
sstttttt geneloh caranya:
Pengacara Desi, Sri Nurherwati mengatakan Max memiliki cara tersendiri agar kejadian itu tidak terdengar oleh orang yang berada di sebelah ruang kliennya. "Dia punya cara bagaimana tidak terdengar orang lain. Salah satunya, menyetel musik," ungkap Sri seusai memenuhi panggilan BK di Ruang BK, Kamis (5/6).
Selain itu, Desi mengatakan dirinya terlalu takut untuk berteriak saat Max mulai mengeragahi dirinya. Padahal perbuatan tak senonoh itu sudah dilakukan selama berulang kali selama bekerja sebagai sekretaris Max pada Maret 2005-MAret 2006. "Saya takut, karena dia melakukan 'itu' disertai ancaman," jelasnya. Beberapa waktu lalu, Desi melaporkan MAx ke BK DPR dengan tuduhan melakukan kekerasan seksual terhadap dirinya.