|
|
| Home | about matabumi | Contact | Newsroom | Komunitas | Top Score |
| Publik Bikin Berita | Features | Pengaduan & Protes | Bisnis Rakyat | Opini | Berbagi Cerita | Free Data | Gossip | News |
Adnan Buyung: Pecat Susno Duaji! (GUA SETUJU 1000 PERSEN)
johny — Fri, 25/09/2009 - 22:20
Ini baru mantep bro, omongannya bang Buyung Nasution. Katanya,
"Berhentikan Komjen Susno Duaji !". Weleh-weleh..si abang kan salah
satu penasihat Presiden SBY ikutan resah melihat persoalan KPK yang
menjadi berlarut-larut. Tapi pastinya, si abang toh udah ngomong kek
gitu ke SBY, kan dia penasihat. Nape nggak didenger ya..Ato si abang
kalah suara dengan 'orang-orang lingkar dalem SBY' ?? (auuu ah elap!) Benarkah Presiden tidak bisa ikut campur urusan 'cecak versus buaya' ini??? Kayaknya terlalu naif kalo jawabnya, tidak!!! Tidak ada yang tidak mungkin, tidak bisa. Pasti bisa, kalo mau..ya kan..ya kan?? Tapi bang Buyung bisa apakah?? Penasihat kan bukan berarti harus diikutin. Namanya juga nasihat, bisa diikutin bisa tidak, ya, semaunya orang yg dinasihatin dong..Ya nggak?? Tapi syukurlah, meski si abang masuk dalam jajaran orang dalam Presiden, lingkar one, istilahnya gitu, semoga hati nuraninya, dan rasa keadilannya tetap terjaga. Gua ngelantur gak karuan, ikut terbawa emosi kasus cecak vs buaya, padahal urusan apa rakyat kecil seperti gua kan yang penting 'perut' nyaman, nggak usah campur urusan para penggede negri...He..he..tapi nurani nggak bisa dibooingin bro, mo cuek, tapi tiap ari nyantap berita kek ginian terus...
Ya udah deh dari pada berpanjang kata, mending kita baca aja apa omongan keras si abang Buyung:
Adnan Buyung: Pecat Susno Duaji! Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution mendesak pemerintah, dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia (Polri), untuk segera memberhentikan Kabareskrim Komjen Susno Duaji. Menurut Buyung, seharusnya tindakan ini sudah langsung diambil oleh Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri setelah Susno diduga terlibat dalam kasus Bank Century dan menerima suap hingga akhirnya dilakukan penyadapan terhadapnya. Buyung menilai Kapolri telah membiarkan persoalan "cicak vs buaya" terus beranak pinak ke arah pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kenapa sekarang (Susno) dibiarkan seolah menjalankan skenario untuk membalas dendam. Kan ada pemikiran seperti itu di masyarakat," tutur Buyung seusai mengikuti pertemuan Tim Lima dengan kalangan media di Hotel Borobudur, Jumat (25/9). Perseteruan "cicak vs buaya" ini, menurut Buyung, menunjukkan respons Polri yang buruk dan gigitan KPK yang makin melemah. "Pemerintah, dalam hal ini Kapolri, harusnya bertindak cepat. Berhentikan Susno Duaji. Polisi sendiri yang periksa, enggak usah KPK. Nah, KPK juga meski dengan dua (pemimpin), kenapa jadi loyo, harusnya bisa memanggil untuk memeriksa," tegasnya.
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/25/18404375/Adnan.Buyung.Pec...
Foto/Video/Audio
|
||||
| Direksi | Office | Disclaimer | Sitemap | Copyright @ 2007 |
Powered By
|